open-solar-design

Masalah pada Lampu Jalan Berbaterai Ganda

 -- Diagnosis dan Perbaikan





Masalah pada Lampu Jalan Berbaterai Ganda: Diagnosis dan Perbaikan

Dual Battery System Fault Analysis

Jawaban singkat: Penggunaan dua baterai memang meningkatkan kapasitas daya, tetapi juga meningkatkan risiko terjadinya gangguan. Jika baterai tersebut disusun secara seri, keduanya akan rusak bersamaan; jika disusun secara paralel, salah satu baterai bisa merusak baterai lainnya. Pastikan baterai tersebut berasal dari batch yang sama, pasang fuse pada setiap cabang yang terhubung secara paralel, dan periksa kapasitas baterai setiap tiga bulan sekali. Jika terdapat perbedaan kapasitas lebih dari 10% antara kedua baterai, itu sudah merupakan tanda adanya gangguan, terlepas dari hasil pengukuran voltometer.

Analisis masalah pada sistem lampu jalan berbaterai ganda

Pertanyaan pertama: Apakah proyek ini benar-benar memerlukan dua baterai?

Lampu jalan modern yang berbentuk all-in-one menggunakan satu baterai tipe LiFePO4 yang dikendalikan oleh sistem manajemen baterai (Battery Management System/BMS) untuk melakukan proses penyeimbangan dan perlindungan baterai. Konfigurasi dengan dua baterai umumnya digunakan pada desain kotak penampung baterai yang terpisah, modifikasi lampu jenis lead-acid, atau instalasi dengan kapasitas daya yang tinggi di mana satu baterai besar tidak muat di dalam kotak penampung. Jika Anda membeli lampu baru dan spesifikasinya mencantumkan penggunaan dua baterai, tanyakan alasannya. Penggunaan dua baterai yang tidak diperlukan hanya akan menambah beban pemeliharaan, kesulitan dalam mencocokkan kapasitas baterai, dan biaya penggantian.

Bagaimana gangguan terjadi pada masing-masing konfigurasi baterai?

Konfigurasi Sistem Baterai (Dua Baterai 12 V Menghasilkan 24 V, dan Dua Baterai 100 Ah Menghasilkan 200 Ah): Kegagalan dalam sistem baterai ini dapat menyebabkan gangguan yang berbeda, tergantung pada cara baterai tersebut dihubungkan (secara seri atau paralel). Berikut penjelasannya:

KegagalanKonfigurasi Seri (2 × 12 V)Konfigurasi Paralel (2 × 100 Ah)
Salah satu baterai terjadi rangkaian terbuka (open-circuit)Seluruh rangkaian tidak berfungsi; baterai lainnya tetap berfungsiKapasitas baterai berkurang menjadi setengah; baterai yang tidak terganggu tetap beroperasi normal
Salah satu baterai terjadi korsleting (short-circuit)Arus listrik yang sangat besar mengalir ke rangkaian yang korsleting; tegangan sistem turun ke tingkat baterai yang terganggu; terjadi pengosongan daya berlebih dan pemanasan berlebihanTegangan sistem turun hampir ke nol; baterai yang tidak terganggu mengalami pengosongan daya berlebih secara mendadak, sehingga komponennya rusak
Perbedaan kapasitas baterai meningkat (>30%)Baterai yang tidak terganggu mengalami pengisian dan pengosongan daya berlebih secara berulang-ulang; umurnya berkurang lebih dari 50%Baterai yang lemah membagi arus listrik; baterai yang tidak terganggu bekerja dalam beban tinggi dan cepat kehabisan daya

Asimetri dalam Konfigurasi: Perbedaan utama terletak pada respons sistem terhadap kegagalan:

  • Konfigurasi seri: Kegagalan berupa rangkaian terbuka menyebabkan gangguan yang langsung terasa, tetapi sistem masih bisa bertahan.
  • Konfigurasi paralel: Kegagalan berupa korsleting terjadi secara mendadak dan dapat merusak baterai yang sehat.

Karena itulah, fuse (sekring pelindung) ditempatkan pada setiap cabang paralel, bukan pada pasangan baterai tersebut.

Membaca Gejala Kegagalan: Dengan memahami cara kerja sistem baterai ini, kita dapat lebih mudah mengenali dan menangani masalah yang terjadi.

Korsleting (kontak langsung antara kutub positif dan negatif baterai): Lampu padam secara tiba-tiba dan tidak menyala kembali meskipun cuaca cerah; kompartemen baterai atau kabel menjadi panas, terkadang mengeluarkan bau terbakar akibat isolasi yang rusak; baterai yang bermasalah membengkak, bocor (untuk jenis baterai asam timbal), atau keropos (untuk jenis baterai litium); baterai yang berpasangan dalam rangkaian seri juga menjadi panas; kontroler tidak menampilkan indikasi apa-apa atau memberikan kode kesalahan “overload” dan menolak untuk berfungsi.

Rangkaian terputus

(salah satu jalur koneksi baterai terputus): Lampu sama sekali tidak menyala, bahkan saat terkena sinar matahari penuh; baterai tidak menunjukkan kerusakan eksternal, tidak mengeluarkan panas, dan tidak bocor; pemeriksaan tegangan menunjukkan nilai 0 V pada rangkaian seri, atau nilai tegangan turun hingga level baterai tunggal dalam rangkaian paralel, sehingga tidak mampu menggerakkan beban; kontroler mungkin menampilkan pesan “koneksi baterai terputus” atau indikasi tegangan rendah (undervoltage).

Apa sebenarnya yang menyebabkan kerusakan ini?

Air: Air hujan yang masuk ke dalam kompartemen dapat menyebabkan korsleting pada terminal-terminal yang memiliki titik koneksi bersama; titik koneksi tersebut merupakan bagian yang paling rentan karena menjadi tempat penampungan air. Kerusakan isolasi: Kabel-kabel yang terletak di dalam tiang akan bergesekan dengan bagian logam, hingga terjadi kontak antara bagian positif dan negatif baterai. Penuaan baterai: – Untuk baterai jenis lithium: kerusakan pada membran di dalam baterai. – Untuk baterai jenis lead-acid: lepasnya lapisan pelindung pada plat baterai dan terbentuk endapan yang menyebabkan korsleting. Petir: Lonjakan tegangan akibat petir dapat merusak isolasi pada titik penghubung antara kedua sel baterai; informasi lebih lanjut mengenai perlindungan terhadap lonjakan tegangan dapat ditemukan di panduan perlindungan terhadap lonjakan tegangan. Korosi dan getaran: Terminal-terminal baterai akan teroksidasi akibat hujan lebat dan kelembapan, sehingga fungsi koneksi menjadi tidak efektif. Titik pengelasan pada terminal juga bisa longgar akibat getaran tiang yang terjadi selama bertahun-tahun, terutama di lokasi yang berangin. Suhu dingin: Elektrolit pada baterai jenis lead-acid dapat mengeras pada suhu rendah, sehingga menyebabkan kerusakan pada struktur baterai. Kerusakan eksternal: Kecelakaan selama proses konstruksi dapat merusak kabel atau menyebabkan retakan pada casing baterai.

Aturan-aturan yang kami buat untuk…

  1. Kumpulan baterai yang seragam, dalam satu batch: Merek yang sama, model yang sama, kapasitas yang sama; toleransi kesalahan penggunaan baterai sekitar 5%. Penggabungan baterai lama dengan baterai baru merupakan penyebab terjadinya perbedaan kapasitas (drift) hingga lebih dari 30%, seperti yang ditunjukkan dalam tabel di atas.
  2. Lindungi setiap unit baterai: Sistem baterai tipe paralel dilengkapi dengan fuse (kutub pemutus arus) yang terpisah untuk setiap baterai; sistem baterai tipe seri menggunakan sel baterai yang tahan terhadap perubahan kondisi listrik. Penting untuk menggunakan kontroler yang memiliki fitur perlindungan keseimbangan kapasitas kedua baterai, sehingga setiap baterai dapat diawasi secara terpisah.
  3. Pastikan kedap udara dan perlindungan yang baik: Kompartemen penyimpanan baterai harus memenuhi standar IP67; terminal baterai dilapisi nikel untuk mencegah oksidasi; bagian-bagian yang bersinggungan dalam sistem paralel dilindungi dengan lapisan isolasi; kabel-kabel harus diletakkan dalam selubung khusus dan tidak bersentuhan dengan bagian logam, serta diberi sedikit ruang untuk bergerak saat dibengkokkan.
  4. Pastikan jalur arus listrik terlindungi: Pasang perangkat penahan lonjakan arus (Surge Protection Device/SPD) di daerah yang sering terjadi badai petir; resistansi penghubung kontroler ke tanah harus kurang dari 4 Ω.
  5. Lakukan pemeriksaan berkala:

– Bulanan: Periksa kedua set terminal baterai untuk memastikan tidak ada yang longgar atau teroksidasi; bersihkan dan kencangkan kembali jika diperlukan. – Triwulanan: Lakukan tes pengosongan kapasitas masing-masing baterai; ganti seluruh set baterai jika perbedaan kapasitasnya melebihi 10%. – Pada akhir masa pakai (3 tahun untuk baterai jenis lead-acid, 5 tahun untuk baterai jenis lithium): Ganti seluruh set baterai, bukan hanya satu baterai saja.

Kerusakan yang kita takuti adalah jenis kerusakan yang terjadi pada pasangan baterai yang terhubung secara paralel, di mana salah satu baterai mengalami pembengkakan. Ketika cahaya mulai redup, baterai yang sehat sebenarnya sudah berfungsi untuk “mengaliri arus” ke baterai yang bermasalah selama berminggu-minggu; akibatnya, kedua baterai tersebut menjadi tidak dapat digunakan lagi (tidak berfungsi).

Apa yang tidak dibahas di halaman ini:

Halaman ini membahas sistem pencahayaan jalan yang menggunakan bank baterai berjumlah dua buah dan terhubung secara seri (DC-coupled). Halaman ini tidak membahas logika internal sistem pengelolaan baterai (BMS), proses penyeimbangan daya baterai yang terdiri dari satu paket baterai saja, maupun profil pengisian daya baterai tipe lithium (lihat mengapa baterai pertama kali rusak). Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai konfigurasi rangkaian baterai seri dan paralel, lihat konfigurasi baterai seri dan paralel. Untuk informasi mengenai unit pencahayaan jalan tipe “all-in-one” yang menggunakan baterai yang telah dipasangkan secara khusus oleh pabrik, lihat seri produk pencahayaan jalan tipe all-in-one.